keberpasangan alquran dan Mukjizat

Bukti dari Sebagian Mukjizat Al Qur’an

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saudara, pada kesempatan ini kami ingin sekali mengajak para umat Islam,untuk bersama-sama terkejut, melihat kebesaran isi dari kandungan Al-Qur’an. Beberapa mukjizat beserta arti-artinya kami kumpulkan (termasuk dari tulisan dan ceramah bapak Quraish Shihab,pakar tafsir Indonesia) hingga diharapkan mudah dan enak untuk dibaca atau di cetak secara luas.Unsur-unsur kebenaran yang nyata-nyata dapat diterima (oleh akal) akan lebih kami utamakan,untuk meyakinkan dahulu,bahwa Al-Qur’an mengandung ajaran-ajaran yang benar dan dapat dibuktikan kebenarannya. Mudah-mudahan dari yang sedikit ini dapat berbuah menjadi pemikiran-pemikiran yang lebih luas,dari para pembaca yang saya kira lebih pandai dalam penafsiran di bidang anda masing-masing. Hal ini agar Islam bukan hanya dipandang dari segi Religiusitasnya saja, tapi juga diharapkan islam dapat dipandang karena aktualitasnya. Wassalamualaikum.Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Allah) yang menjadikan untuk kamu api dari kayu yang hijau, maka kamu (dapat) menyalakan (api) darinya (kayu hijau itu)[QS Yasin:80]

Bukti :

Bagaimana tumbuh-tumbuhan dapat mengandung tenaga yang muncul sebagai api atau tenaga kalori ketika bahan itu dibakar? Saudara, dalam tumbuhan hijau terdapat zat yang bernama Chlorophil (zat hijau daun).Zat ini terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen dan magnesium.Tugas dari Chlorophil adalah menjelmakan zat organik dari zat anorganik dengan bantuan sinar matahari, inilah yang disebut Fotosintesis. Jelasnya Chlorophil mengubah radiasi matahari menjadi tenaga kimiawi melalui proses fotosintesisi, atau dengan kata lain menyimpan tenaga matahari dalam tumbuh-tumbuhan sebagai bahan bakar yang nantinya muncul sebagai api/kalori sewaktu terjadi pembakaran.Proses ini disebut respirasi. Yang dalam Qur’an diartikan Maka secara serta merta tanpa campur tangan dari kamu, kamu dapat menyalakan api.Perlu diingat bahwa proses fotosintesa ditemukan oleh sarjana Belanda J.Ingenhousz,pada akhir abad ke 18 M dan diisyaratkan oleh Al-Qur’an pada abad ke 7. Sehingga Al-Qur’an membuktikan kebenarannya.

Mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan [QS Al-Kahf[18]:25].

Maknanya:

Penambahan sembilan tahun ini adalah akibat dari perbedaan penanggalan Syamsiyah dan Qamariyah. Penanggalan Syamsiyah (Berdasarkan matahari) yang dikenal dengan Gregorian Calendar,ditemukan pada abad ke-16, dan berselisih sebelas hari dengan penanggalan Qamariyah. Sehingga tambahan sembilan tahun yang disebut oleh ayat diatas adalah hasil perkalian 300 tahun x 11 hari/tahun = 3.300 hari atau sekitar sembilan tahun.Inilah selisih antara penanggalan Qamariyah dan Syamsiyah.

Catt: Peristiwa Ashhabul Kahfi,merupakan cerita yang sungguh-sungguh terjadi. Hal ini terbukti pada tahun 1963. Rafiq Wafa Ad-Dajani – seorang Arkeolog Yordania- menemukan sebuah gua yang terletak sekitar delapan kilometer dari Amman, ibukota Yordania. Dan memiliki ciri-ciri, seperti apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an. Dalam gua ini ditemukan, tujuh atau delapan kuburan (hasil analisa). Dan ditemukan pula tulisan-tulisan Yunani yang sukar untuk dibaca lagi. Selain itu ditemukan gambar anjing dan beberapa gambar ornamen lain. Terdapat pula mata uang dan beberapa peninggalan lain,yang mengindikasikan bangunan tersebut pernah di perbaiki pada pemerintahan Justinus (418-427 M). Disisi lain para sejarawan Muslim dan Kristen sepakat bahwa penguasa yang menindas pengikut Isa A.S adalah yang berkuasa antara tahun 98M-117M. Dan pada sekitar tahun 112 M, menetapkan bahwa, setiap orang yang menolak menyembah dewa-dewa dijatuhi hukuman yang berat. Para sejarawan Muslim dan Kristenpun bersepakat, pemerintahan yang bijaksana adalahTheodusius yang memerintah selama tahun 408-451M Itu artinya selisih antara pemerintahan yang menerapkan peraturan yang Dzalim dan masa pemerintahan yang menerapkan peraturan yang bijaksana berjarak kurang lebih sekitar 300 tahun, sama dengan yang dicirikan pada kisah Ashhabul Khafi dalam Qur’an!

Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tua.Ibunya telah mengandung susah payah, melahirkan dengan susah payah pula. Mengandung dan meyapihnya selama tiga puluh bulan?.(QS. Al-Ahqaf [46]:15)

Dari ayat diatas, khususnya pada kalimat terakhir,bahwa masa kehamilan dan penyusuan seorang bayi selama tiga puluh bulan. Nah, mari kita lihat dalam surat Al-Baqarah [2]: 233, masa penyusuan sempurna ditetapkan selama dua tahun (24 bulan), maka dari kedua ayat ini akan didapat suatu nilai yang menunjukkan,berapa lama seorang manusia mengandung?Yaitu 30 bulan-24 bulan,atau sekitar 6 bulan (masa mengandung minimal).Allahu akbar..

Istri-Istrimu adalah ladang untukmu, maka garaplah ladangmu sebagaimana kamu kehendaki (QS.Al-Baqarah [2]:223)

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa, adanya dua macam kandungan sperma kromosom lelaki yang dilambangkan dengan “Y” dan “X”.Sedangkan sel telur wanita hanya memiliki kandungan kromosom “X” saja. Apabila yang membuahi sel telur wanita adalah sperma yang memiliki kromosom Y maka anak yang dikandungnya adalah lelaki (XY). Dan jika yang membuahi sel telur adalah sperma yang berkromosom Y maka anak yang dikandungnya perempuan (YY).Jika demikian yang menentukan jenis kelamin, adalah nutfah yang dituangkan oleh si ayah. Nah,jelas sekali ayat Al-Qur’an tersebut mensimbolkan bahwa pria adalah petani pemilik ladang,sedang wanita adalah ladangnya. Ladang akan menumbuhkan semua biji-bijian yang ditanam oleh petani. Namun yang menentukan biji apa yang akan ditanam adalah para petani (kaum pria) sendiri.

Tidakkah mereka memperhatikan bagaimana unta diciptakan dan langit ditinggikan (QS. Al-Ghasyiyah [88]:17-18)

Dalam suatu teori yang bernama The Expanding of Universe, mengatakan bahwa alam semesta bersifat seperti balon atau gelembung yang ditiup ke segala arah. Langit yang kita lihat saat ini, sebenarnya semakin tinggi dan semakin mengembang ke segala arah dengan kecepatan yang luar biasa. Hal ini juga sudah dicantumkan sebelumnya dalam surat Adz-Dzariyat [51]:47 yang berbunyi Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskan/mengembangkannya.

Dialah yang menciptakan matahari bersinar dan bulan yang bercahaya,dan ditetapkannya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu?.

Dari ayat ini memang kita dapat langsung menarik kesimpulan tentang benda planet yang memancarkan cahaya yaitu matahari dan yang memantulkan cahaya yaitu bulan. Selain itu Allah juga telah menjelaskan jalur perputaran bulan yang kita sebuat dengan orbit bulan.

?.Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit?..

Arti dari Allah menjadikannya dadanya sempit, seolah dapat diartikan adanya kesusahan dalam bernapas akibat kurangnya oksigen dalam paru-paru kita. Pada kata berikutnya difirmankan seolah-olah sedang mendaki ke langit , artinya menuju ke tempat yang tinggi. Dalam ilmu pengetahuan,jelas sekali dibuktikan bahwa semakin tinggi kita naik ke angkasa, semakin kecil pula kandungan oksigennya, hingga akhirnya nol seperti di luar angkasa. Demikianlah Allah menjelaskan pada umatnya, tentang kadar oksigen yang berbeda-beda pada posisi tempat yang berlainan.

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar penyusunan Al-Qur’an:

Mengapa Al-Qur’an disusun tidak berdasarkan urutan keluarnya surat?

Jawab: Al-Qur’an disusun berdasarkan keserasian antara surat sebelumnya dan sesudahnya.Ini mirip seperti petugas protokol upacara resmi, yang menempatkan para tamu di tempat-tempat tertentu bukan berdasarkan waktu kehadiran mereka di arena upacara, tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Alangkah tidak lucu jika pada saat upacara hari jadi TNI, disebelah presiden adalah menteri pertanian atau menteri pertambangan,karena kedua menteri itu datang lebih dahulu dari para panglima TNI.

Seringkali Al-Qur’an berbicara tentang suatu masalah,tiba-tiba ayat lain muncul dengan masalah yang berbeda sekali dengan ayat sebelumnya.

Jawab:Salah satu tujuan Al-Qur’an memilih sistem demikian, karena Al-Qur’an merupakan suatu kesatuan yang terpadu yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Tidaklah babi lebih dianjurkan untuk dihindari daripada keengganan menyebarluaskan ilmu. Kemudian,pelaksanaan pemberian wasiat sebelum mati tidaklah kalah pentingnya dibanding puasa pada bulan Ramadhan. Sementara itu,puasa bulan ramadhan tidak boleh menjadikan seseorang lupa akan kebutuhan jasmaninya, walaupun itu adalah hubungan seks antara suami dan istri. Demikianlah keterpaduan antar ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

Selain itu tujuan bergabungnya satu masalah dengan masalah lain, adalah untuk memudahkan pembacanya

Terkadang ada beberapa ayat yang terlihat saling kontradiksi, benarkah demikian?

Jawab: Dugaan kontradiksi ini lahir karena penduganya tidak membedakan antara perbedaan dan kontradiksi (pertentangan). Jika anda berkata si A ada dan si A tidak ada, maka ini memang berbeda.Tetapi keduanya belum tentu bertentangan. Karena bisa jadi si A kini ada di suatu tempat (di terminal bis mungkin) dan ketidakberadaannya si A karena dilihat dari tempat lainnya (di rumahnya mungkin).Atau dapat juga ada perbedaan persepsi lain tentang si A. Disatu sisi kita menganggapnya,si A anak dari bapak B,disisi lain si A anak bapak D. Jadi sebelum menyimpulkannya,kita harus mengetahui dimensinya, kapan dan dimana suatu peristiwa itu diceritakan.

Pernahkah dilacak kelebihan Al-Qur’an dari segi bahasa dan kata-katanya,yang itu semua menunjukkan salah satu mukjizat Al-Qur’an?

Jawab: Ada 5 hal yang layak juga dicatat dari mukjizat Al-Qur’an,dari segi bahasanya yaituKeseimbangan antara jumlah kata dengan Antonimnya,misalnya :

Kata “Kehidaupan” dan :Maut”,masing-masing sebanyak 145 kali
Kata “Manfaat” dan “Kerusakan”, masing-masing sebanyak 50 kali
Kata “Panas dan “Dingin”, masing-masing sebanyak 4 kali
Kata “Kabajikan” dan “Keburukan”, masing-masing sebanyak 167 kali
Kata “Kelapangan atau ketenangan” dan “Kesempitan”, masing-masing sebanyak 13 kali
Kata “Kekufuran dalam bentuk indifinite (kufr)” dan “Keimanan”, masing-masing sebanyak 8 kali
Kalat “Kekufuran dalam bentuk definite (Al-kufr)” dan “Keimanan”, masing-masing sebanyak 17 kali
Kata “Musim panas” dan “Musim dingin”, masing-masing sebanyak 1 kali.

Keseimbangan antara jumlah kata penyebab dengan jumlah yang menunjuk kepada akibatnya:

Kata “Menafkahkan” dan “Kerelaan/Keridhoan”, masing-masing sebanyak 73 kali
Kata “Orang-orang Kafir” dan “Pembakaran api neraka”, masing-masing sebanyak 154 kali
Kata “Kekejian” dan “Murka”. masing-masing sebanyak 26 kali.
Kata “Penyucian” dan “Berkah/kebajikan”, masing-masing sebanyak 32 kali

Kesimbangan antara jumlah kata yang menunjuk pada penyebabnya:

Kata “Nasihat” dan “Lidah”, masing-masing sebanyak 25 kali
Kata “Tawanan” dan “Perang”, masing-masing sebanyak 6 kali
Kata “Kedamaian”, dan “Kebajikan” masing-masing sebanyak 60 kali

Disamping keseimbangan diatas,terdapat beberapa jumlah kata-kata unik lain,misalnya:

Kata “Hari (Tunggal)” berjumlah 365 kali,sebanyak hari dalam 1 tahun
Kata “Hari (Jamak)”,sebanyak 30 kali,mirip jumlah hari dalam sebulan.
Kata “Bulan”,terhitung sebanyak 12 kali,sejumlah bulan dalam setahun.
Kata “Langit ada tujuh lapis”,ternyata disebutkan tujuh kali pula.
Kata yang menunjuk utusan tuhan,baik rasul atau pemberi peringatan,keseluruhannya berjumlah 518 kali,mirip jumlah penyebutan nama-nama nabi dan Rasul dan pembawa berita tersebut yakni 518 kali juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s