OH… Bang Rusli

Di Posting Dari  nusantaraku

Rusli ZainalRusli Zainal

Sembilan jam yang lalu, saya memposting artikel : Sutjiptadi, Polisi Pemberani “Sang Visioner” sebagai pengantar dari dari tulisan ini. Dan tulisan ini merupakan bentuk tanggapan kritis  saya atas kontes  SEO yang diadakan oleh sekelompok blogger Pekanbaru yang menamaikan diri mereka sebagai “Blogger Bertuah”. Tema dari kontes SEO tersebut adalah  Rusli Zainal Sang Visioner. Kontroversial karena orang ini merupakan penguaa (Gubernur) di Riau dan sejak tahun 2006 sudah bermasalah dengan lingkungan (hutan), anggaran provinsi (penyelewangan proyek), dan terakhir skandal seks dengan mahasiswi Indrati Setyohayuni yang tidak menjadi perhatian utama saya.

Pada kesempatan ini, saya hanya fokus pada dua permasalahan fundamental, yang salah satunya pernah menjadi topk permasalahan bangsa karena diangkat oleh media nasional yakni kasus pembalakan liar atau illegal logging. Dan kedua adalah indikasi terlibat dalam korupsi, salah satunya adalah proyek Multy Years Propinsi Riau tahun 2004 -2009 senilai Rp1,7 triliun yang merugikan negara hingga Rp 600 miliar.

Rusli Zainal : Bertanggung Jawab dalam Pembalakan Liar di Riau

Jika Rusli Zainal seorang yang visioner, tentu ia sebagai gubernur Riau akan cermat dan tidak menandatangani surat Rencana Kerja Tahunan (RKT) Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman atau Hutan Alam (IUPHHK-HT/HA) untuk 10 cukong perusahaan kayu di hutan Palelawan – Riau. Karena dengan persetujuannya, negara dirugikan Rp 1.2 triliun. Apakah ini dinamakan sang visioner? [antikorupsi, 2008]

Dari fakta lapangan hasil penyelidikan tim masa Irjen Sutjiptadi, mantan Kapolda Riau yang ‘tersingkir’, didapatkan kesimpulan sementara bahwa para penguasa (4 bupati di Riau, Gubernur Rusli Zainal dan Menhut Kaban) terlibat atau setidaknya harus bertanggungjawab atas rusaknya hutan Riau. Indikasi ini semakin kuat tatkala dari praktek pemungutan hasil hutan, penebangan dengan mesin berat, pengangkutan, transportasi kayu-kayu illegal di sepanjang sungai Riau menunjukkan operasi sistematis atau  adanya kong-kali-kong antara cukong dengan pihak penguasa [Baca : Sutjiptadi, Polisi Pemberani “Sang Visioner”]

Namun pihak penegak hukum hingga saat ini, atas pembalakan liar atau illegal logging yang menghabiskan hutan Riau hanya berhasil memenjarakan mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar selama 11 tahun penjara. Sementara yang lain, lepas tangan, lepas tanggung jawab, terbang bebas. Padahal mereka ikut serta dalam menandatangani penghancuran hutan, sekaligus memberi lampu hijau bagi para cukong kayu illegal untuk menambah harta dari kehancuran pohon-pohon di bumi Lancang Kuning. Inikah hadiah gelar yang pantas kepada mereka yang baik sadar maupun tidak sadar menghancurkan hutan Riau? Inikah kebijaksanaan dan daya kritis blogger?

Rusli Zainal: Tersangka Koruptor Kok Jadi Pahlawan oleh Blogger?

Adalah LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang pada pertengahan 2009 berhasil menemukan dokumen  di Kejaksaan Agung yang menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka  korupsi senilai Rp 600 miliar dalam dugaan mark-up  Proyek Multi-Year Riau tahun 2004-2009. Rusli Zainal ditetapkan sebagai tersangka  dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung pada 6 Maret 2006 berdasarkan surat keputusan No. B-284/F.2/Fd.1//03/2006 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Suwandi, dan tembusannya dikirimkan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Namun, hingga saat ini kasus tersebut tidak pernah diproses oleh Kejagung. [Kantor Berita Antara, Juni 2009]

Karena ‘disimpan’ bertahun-tahun oleh Kejagung, akhirnya Presiden LIRA Jusuf Rizal pada Juni 2009 mendesak KPK untuk mengambil alih kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Rusli Zainal, karena Kejagung belum ‘berani’ mengungkap kasus ini. Padahal dugaan korupsi proyek besar ini telah diungkapkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia dalam keputusannya Nomor: 06/KPPU-I/2005 tanggal 27 September 2005.  Kasus dugaan korupsi proyek multi-year tahun 2004-2009″ meliputi tujuh proyek yang diajukan oleh Dinas Pemukiman Prasarana Wilayah (Kimpraswil), satu proyek dari Dinas Perhubungan.

Bagaimana orang yang terdaftar sebagai tersangka dalam dugaan korupsi bisa dengan mudah mendapat perhatian positif oleh kalangan blogger dan bahkan didaulat sebagai orang  yang visioner?
Benar bahwa kita harus menjunjung azaz praduga tak bersalah terhadap Rusli Zainal. Namun bukan berarti kita dengan mudah membentuk opini publik bahwa sosok kontroversial tiba-tiba didaulat menjadi pahlawan. Betapa ironisnya jika para blogger turut membantu ‘menyimpan’ kasus korupsi dalam dunia maya, dengan cara membentuk opini bahwa Rusni Zainal adalah pahlawan!

Rusli Zainal : Memang Suara Penguasa!

Benar bahwa Rusli Zainal adalah seorang penguasa, kepala daerah yang terpilih menjadi Gubernur Riau selama dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013. Benar pula, bahwa ia menjadi salah satu tokoh penting dalam tubuh Golkar, partai penguasa Orde Baru yang masih berpengaruh. Ia menjadi ketua DPP Golkar asal Riau. Ia memiliki koneksi yang kuat dengan sejumlah pengusaha asal Jakarta. Ia memiliki relasi yang tangguh terhadap penguasa di pusat.  Dan pada saat yang sama ia menjadi Gubernur di provinsi dengan sumber kekayaan alam dan finansial yang ‘basah’.

Hutan

Pengaruh dan kekuasaanya menyebabkan penyelesaian beberapa kasus yang menimpa Rusli Zainal sulit ditindaklanjutin secara cepat. Irjen Sutjiptadi dengan cepat dimutasi setelah mengatakan akan membawa nama Rusli Zainal dan MS Kaban dalam kasus illegal logging di Riau (tahap awal sebagai saksi).  Meskipun Rusli Zainal secara jelas melanggar Keputusan Menhut No 6652/KPTS-II/2002 yang menyebut wewenang penerbitan RKT ada pada Kepala Dinas Kehutanan, namun ia masih dapat bebas bergerak. Keanehan bahwa Rusli Zainal belum tersentuh hukum juga disampaikan oleh Koordinator Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) Susanto Kurniawan. Susanto mengataan bahwa dugaan pelanggaran Rusli Zainal diperkuat dengan pernyataan jaksa KPK dalam kasus Azmun Jaafar yang menyebutkan Rusli melanggar kewenangannya.

Sejak tahun 2007, Kepolisian Daerah Riau telah melakukan pengusutan atas dugaan pelanggaran kewenangan dalam pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kesepakatan dan Hutan Tanaman yang dilakukan oleh Rusli dan lima bupati. Kelima bupati itu adalah Bupati Pelalawan Azmun Jaafar, Bupati Kampar Burhanuddin Husein, bekas Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman, bekas Bupati Indragiri Hilir, Indra Muchlis Adnan, dan bupati Rokan Hilir Anas Ma’mun. Dari semua pejabat itu, baru Azmun Jaafar dan Burhanuddin Husin yang diproses KPK. Azmun dihukum 11 tahun penjara, sedangkan Burhanuddin telah ditetapkan sebagai tersangka.

Korupsi APBD

Senada dengan kasus pembalakan liar, menurut Presiden LIRA Jusuf Rizal, mandegnya penyelesaian kasus dugaan korupsi ini karena ada intervensi dari kelompok tertentu yang menginginkan kasus ini tidak diteruskan. “Kami berharap KPK bisa mengambil alih kasus ini agar penyelesaiannya bisa dituntaskan.” [matanews, 2009]

Hubungan Manis Kejaksaan Agung – Polri – Rusli Zainal?

Diakhir tahun 2008, Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengeluarkan surat penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas 13 perusahaan yang diduga melakukan pembalakan liar di Riau [Tempo/ICW, 2008]. Terbitnya surat penghentian penyidikan pembalakan liar yang diterbitkan oleh pihak Kapolri sangat disayangkan, karena sejak tahun 2006 silam, Irjen Sutjiptadi telah mengumpulkan cukup banyak barang bukti. Lalu, mengapa tiba-tiba di SP3?

Bapak Kapolri Bambang berkilah bahwa berkas kasus-kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan, namun selalu ditolak.  Sementara Jaksa Agung Hendarman Supandji berdiam diri atas keputusan Kapolda Riau Brigadir Jendral Hadiatmoko mengeluarkan SP3 terhadap 13 perusahaan terkait pembalakan liar di Riau. Dan berusaha menuding bahwa Polri yang tidak siap. Kok bisa, Polri menganggap Kejaksaan ‘cerewet’, lalu Kejaksaan mengatakan Polri tidak bisa memberi bukti yang cukup?

Dan ternyata…..oh…ternyata… Berdasarkan sumber Tempo keputusan menerbitkan SP3 itu sesungguhnya dibuat setelah ada pertemuan antara petinggi kepolisian, Kejaksaan, dan Gubernur Riau Rusli Zainal. Rusli, saat dimintai konfirmasi, tidak membantah. “Saya hanya dipanggil hadir dalam rapat yang dihadiri Kepala Polri dan Jaksa Agung,” katanya. “Dalam pertemuan itu, saya menyampaikan soal ancaman pengangguran.”

Selain kasus 13 perusahaan yang akan membawa nama Rusli Zainal, ada beberapa kasus yang telah dilimpahkan ke KPK.  Kasus yang telah dilimpahkan Polda Riau ke KPK adalah kasus yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Siak, dan Pelalawan. Dalam kasus yang disebut terakhir, Bupatinya Pelelawan Tengku Azmun Jaafar pada 3 Agustus silam telah divonis 11 tahun penjara.

Sementara itu, Agusuts 2009 Walhi mendukung langkah KPK untuk segera memeriksa Gubernur Riau Rusli Zainal atas dugaan kejahatan kehutanan. Walhi menilai orang nomor satu di Riau tersebut juga turut andil dalam kejahatan kehutanan yang dilakukan bersama-sama dengan Azmun. “Menteri Kehutanan MS Kaban juga berperan dalam rusaknya hutan di Riau bersama Rusli

3 responses to “OH… Bang Rusli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s